2 Klasik. Karya seni rupa klasik adalah pada masa kerajaan Hindu-Budha berjaya di wilayah Nusantara. Pada masa klasik ini merupakan masa peralihan dari masa seni rupa primitif menjadi seni rupa yang memiliki corak rumit dan ornamental. Corak klasik ini dipengaruhi oleh budaya India, hal ini dapat dilihat dari karya seni rupa pada candi-candi
fajarkiyantaraStrategi produk adalah suatu strategi yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan yang berkaitan dengan produk yang dipasarkannya dan juga berhubungan pula dengan hal-hal lain atau atribut lain yang melekat pada produk tersebut. 0 votes Thanks 0. More Questions From This User See All.
Dikutipdari buku Mari Belajar Seni rupa (2010) karya Tri Edy Margono, karya seni rupa murni memiliki tiga corak yang terbagi menjadi. Berikut gaya atau corak karya seni rupa murni Indonesia : Gaya Primitif. Gaya karya seni zaman primitif memiliki sifat alami dengan media sederhana, contohnya lukisan yang ditemukan pada dinding gua.
. 5 Karya Seni Tradisional Khas Jepang, dari Seni Kaligrafi hingga Dupa. TRIBUNTRAVEL.COM - Jepang merupakan negara yang kaya akan budaya dan tradisi. Bahkan di tengah-tengah perkembangan teknologi modern, budaya dan tradisi Jepang tetap bertahan. Karya seni tradisional Jepang pun berhasil menjadi inspirasi bagi banyak negara lain
. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Seni merupakan bagian dari suatu kebudayaan yang berperan penting dari segi mental maupun spiritual. Dengan adanya seni, manusia mempunyai suatu tempat menyalurkan perasaan dengan indah. Perkembangan seni rupa di Indonesia dapat dikatakan cukup pesat yaitu dengan adanya beberapa pusat seni di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung dan Jogjakarta. Dewasa ini sejarah perkembangan seni rupa sedang dalam masa periode modern dan kontemporer. Hal ini ditunjukan dengan adanya seniman-seniman yang hebat seperti Affandi, Raden Saleh dan beberapa seniman lainnya. Namun kebanyakan para remaja khususnya para siswa belum mengetahui perbedaan antara seni rupa tradisional dan seni rupa modern. Padakesempatan kali ini saya akan mengulas perbedaan diantara keduanya, mengenai perbandingan, perbedaan antara seni rupa tradisional dan seni rupa modern. Rumusan Masalah Apa pengertian dari seni rupa modern dan seni rupa Tradisional? Apa perbedaan seni rupa tradisional dan seni rupa modern? Berikan contoh karya-karya dari seni rupa modern dan seni rupa tradisional? Tujuan Mengetahui pengertian seni rupa modern dan seni rupa tradisional Mengetahui perbedaan seni rupa tradisional dan seni rupa modern Mengetahui contoh-contoh karya seni rupa modern dan seni rupa tradisional Manfaat Makalah ini diharapkan memberi manfaat kepada penulis dan para pembaca. Bagi penulis diharapkan lebih mengetahui tentang apa itu seni rupa tradisional dan seni rupa modern, serta dapat memberikan karya seni untuk lingkungan. Sedangkan untuk para pembaca diharapkan pembaca mengetahui ruang lingkup seni rupa modern dan tradisional, dapat membedaan antara seni rupa tradisional dan modern, mengetahui bagaimana sejarah, tokoh-tokoh, serta dapat membandingkan contoh-contoh karya seni ua tradisional dan seni rupa modern. BAB II ISI SENI RUPA TRADISIONAL Pengertian Seni tradisional adalah unsure kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu kaum/puak/suku/banggsa tertentu. Seni tradisional yang ada di suatu daerah berbeda dengan yang ada di daerah lain, meskipun tidak menutup kemungkinan adanya seni tradisional yang mirip antara dua daerah yang berdekatan. Seni tradisional dibuat utamanya untuk kegunaan, lebih dari estetika. Senitradisional biasanya hanya mengacup ada suatu kebudayaan tertentu dan berbeda antara satu dengan yang lain, walaupun terkadang bisa sama karena pengaruh kebudayaan. Keragaman lokasi geografis dan keragaman jenis seni tradisional tidak memungkinkan untuk mendeskripsikannya secara keseluruhan. Contoh Wayangkulit, Wayanggolek, Wayangbeber, Ornamenpadarumah-rumahtradisional di tiapdaerah, Batik, Songket, dan lain-lain. Ciri-ciri Penciptaannya selalu berdasarkan pada filosofi sebuah aktivitas dalam suatu budaya, bisa berupa aktivitas religious maupun seremonial/istanasentris. Terikat dengan pakem-pakem tertentu. Bersifat distinktif, antara kebudayaan satu dengan yang lain berbeda Mengutamakan kegunaan, lebih dari estetika Dianggap naïf karena tidak mengindahkan kaidah seni Bersifat impulsif, hanya spontanitas saja Tidak terpengaruh aliran dalam akademisi dan ruang lingkup seni murni Konsep Dalam seni rupa tradisional dan seni rupa modern terdapat perbedaan yang signifikan. Namun masih terdapat beberapa persamaan baik berupa gaagsan, corak, gaya, media, dan teknik. Perbedaan yang dapat kita amati secara langsung adalah dalam segi penciptaan karya seni tersebut Pada seni rupa tradisional, dalam hal penciptaan karya seninya lebih terikat dan harus mematuhi aturan yang ada. Dalam kata lain karya seni tradisional hanya semata-mata untuk kepentigan sosioreligi. Karya seni tradisional bisa di simpulkan masih terikat pada kebudayaan di sekitarnya. Corak Corak karya seni rupa tradisional selalu berkaitan pada maksud tertentu yang dikaitkan dengan fungsi , khususnya symbol-simbol yang digunakan sebagai cara untuk menginterpretasikan keberadaan alam dari atas dan bawah. Corak karya seni rupa tradisional juga mengajarkan tentang keindahan visual dan kepuasan pribadi. Bentuk karya seni yang bercorak tradisional biasanya selalu menggunakan bentuk-bentuk gambar atau patung dengan motif yang sama. Karena hanya terdapat pada daerah tertentu dan berbeda dengan daerah lainnya maka hal ini menjadikan suatu cirri khas ragam hias daerah. meskipun tema dan obyek yang dipilih sama yaitu hewan, tumbuhan dan manusia, masing-masing daerah mempunyai gaya dan bentuk yang berbeda. Hal ini tergantung pada kreatifitas masyarakat daerah tersebut. Misalnya bentuk gambar manusia pada ragam hias Jawa Tengah berbeda dengan bentuk manusia pada ragam hias Irian atau bentuk burung pada ragam hias di Bali berbeda dengan bentuk burung pada ragam hias di Sumatera dan sebagainya. SENI RUPA MODERN Pengertian Seni rupa modern adalah seni rupa yang tidak terbatas pada kebudayaan suatu adat atau daerah, namun tetap berdasarkan sebuah filosofi dan aliran-aliran seni rupa. Hasil karya ini lahir bukan karena didorong oleh hasrat memenuhi kebutuhan hidup manusia yang paling pokok, melainkan oleh kebutuhan spiritualnya, untuk melengkapi dan menyempurnakan derajat kemanusiaannya. Contoh Lukisan karya Raden Saleh Syarif Bustaman, gambar terlampir1 Lukisan karya Basuki Abdullah, gambar terlampir2 Lukisan karya Affandi, gambar terlampir3 Lukisan karya gambar terlampir4 Ciri-ciri Konseppenciptaannyatetapberbasispadasebuahfilosofi , tetapijangkauanpenjabaranvisualisasinyatidakterbatas. Tidakterikatpadapakem-pakemtertentu. Minimalis Rasionalitas/Rationality Dominant bentuk-bentukgeometris Tidakadaunsur ornament Univeresal Fungsionalitasdiprioritaskan Orisinalitas/kemurnian/purity Penguatandalamkonsep Kreativitas Memutushubungandengansejarah Unsur – unsur Eksperimen Pembaruan Inovation Kebaruan Novelty Orisinalitas Konsep Setiap karya seni modern selalu disertakan nama senimannya tersebut. Karya seni modern cenderung mengedepankan kesederhanaan dan bersifat universal. Seorang seniman modern akan melihat dunia yang sedang dihadapinya sebagai objek lukisan seolah-olah seperti baru saja objek itu diciptakan. Satu syarat yang masih dituntut oleh seni modern dan bahkan menjadi cirri khasnya ialah “kreativitas”. Corak Perkembangan jaman membawa akibat perubahan pada alam lingkungan dan kehidupan social suatu masyarakat. Termasuk di dalamnya perkembangan pada teknik, gagasan maupun gaya penyajian karya seni suatu daerah. Jenis karya seni maupun pola ragam seni rupa tradisional sedikit demi sedikit berubah, berkembangbaik sebagian maupun keseluruhan bentuknya. FUNGSI DAN TUJUAN SENI MODERN Memberi warna baru terhadap kebutuhan manusia baik secara fisik maupun psikis Fisik Munculnya bentuk-bentuk desainarsitektur yang baru dan desain-desain lainnya seperti alat-alattransportasi, fashion dll Psikis Mengurangi kejenuhan penikmat karyaseni, karena muncul berbagaialiran baru sepert ip ada senilukisdan cabang senilainnya. Meningkatkan popularitas paraseniman, karenaseni modern selalu menyertakan nama senimannya pada setiapkarya yang diciptakan. Memberikan kemudahan masyarakat, karena banyakpenemuan-penemuan baru dari hasil eksperimen para seniman modern. PERBEDAAN SENI RUPA TRADISIONAL DAN MODERN Seni rupa tradisional Menggunakan alat – alat tradisional Hasil seninya lebih alami Selalu berkaitan pada pakem – pakem tertentu yang dikaitakan dengan fungsi Penciptaannya selalu berdasarkan filosofi sebuah aktivitas dalam suatu budaya, biasa berupa aktivitas religious Seni rupa modern Menggunakanalat – alat modern Hasil seninya tidak alami Terbebas dari pakem – pakem tertentu, bias tamoil dengan berbagai corak dan gaya sebagai pemenuhan kebutuhan ekspresisiseniman
– Kunci Jawaban Karya Seni Rupa Daerah. Sobat BW, seperti yang kita ketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan yang berlimpah dan beraneka ragam jenisnya. Salah satu keragaman yang ada di Indonesia yaitu karya seni rupa daerah. Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan dan ciri khas dalam pembuatan dan bentuk sebuah karya seni. Sebut saja batik, meskipun di terdapat banyak daerah yang memproduksi kain batik, tetapi motif, cara pembuatan, bahkan pewarna dari batik itu sendiri berbeda tiap-tiap daerah. Sobat BW, selain batik karya seni rupa apa saja yang ada di setiap daerah di Indonesia? Untuk mengetahuinya mari kita cari tahu bersama. Edo dan Dayu sedang asyik mengobrol di kantin sambil minum teh manis. Tiba-tiba terdengar bel berbunyi. Edo dan Dayu segera menuju ke kelas untuk mengikuti pembelajaran berikutnya. Pak Guru menunjukkan baju batik yang dikenakannya pada peserta didik. Pak Guru juga meminta peserta didik mengamati baju seragam batik yang sedang dikenakannya. Batik merupakan salah satu hasil karya seni rupa daerah. Apakah yang dimaksud dengan seni rupa daerah? Seni rupa daerah adalah cabang seni rupa. Seni rupa daerah memiliki suatu ciri khas dari latar belakang sejarah suatu wilayah. Oleh karena itu, seni rupa daerah memiliki perbedaan dengan karya seni daerah lain. Karya seni rupa daerah dipengaruhi oleh corak seni tradisional. Corak seni tradisional terdiri atas karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi. Karya seni rupa dua dimensi berupa karya tekstil, misalnya kain batik, kain tenun, dan kain songket. Karya seni rupa tiga deminsi, contohnya ukiran kayu, keramik, dan patung. Baca Juga Kunci Jawaban “Percobaan Membuat Garis Berpotongan” Karya seni daerah bercorak tradisional, biasanya menggunakan motif yang bersifat turun-temurun atau selalu sama dengan sebelumnya. Daerah masyarakat pesisir pantai, biasanya akan lebih didominasi dengan bentuk seni rupa bermotif ikan, gelombang laut, karang, dan kapal. Sementara daerah masyarakat pegunungan, akan lebih didominasi dengan bentuk karya seni rupa bermotif buah, pepohonan, bunga, dan hewan-hewan. Ayo Berlatih Di daerah mana kamu tinggal? Apa karya seni rupa yang ada di daerahmu? Jelaskan karya seni rupa tradisional yang ada daerahmu. Uraikan dalam kolom berikut. Karya Seni Rupa DaerahCiri-ciri karya seni rupa daerahFungsi karya seni rupa daerahJenis karya seni rupa daerahPage 2Page 3Bagaimana Bentuk Karya Seni Yang Bercorak Tradisional Karya Seni Rupa Daerah Secara umum, karya seni rupa daerah memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Ciri-ciri karya seni rupa daerah 1. Bersifat kedaerahan. 2. Dipengaruhi oleh budaya dan latar belakang sejarah suatu wilayah a. Mengandung simbol-simbol dan bermakna. b. Seringkali digunakan untuk upacara adat, agama, atau kebutuhan sehari-hari. c. Dibuat dari bahan alam yang berasal dari lingkungan. 3. Corak dan motifnya dipengaruhi oleh kondisi fisik atau geografi suatu daerah, dipengaruhi juga oleh corak seni tradisional masyarakat setempat. Fungsi karya seni rupa daerah Fungsi karya seni rupa daerah dibedakan menjadi fungsi individual dan fungsi sosial 1. Fungsi individual Sebagai media untuk mengekspresikan jiwa, emosi dan mencerminkan segala sesuatu, baik suka, duka, dan marah. Selain itu, karya seni juga sebagai media mengekspresikan cita-cita, pandangan hidup, watak, bentuk, corak bahan, dan juga teknik. Baca Juga Kunci Jawaban “Perjuangan Mahapatih Gajah Mada” 2. Fungsi sosial a. Sebagai media pendidikan b. Sebagai media hiburan refreshing c. Sebagai media komunikasi d. Sebagai media keagamaan Jenis karya seni rupa daerah Berdasarkan jenisnya, seni rupa daerah terbagi menjadi dua, yaitu seni murni dan seni terapan. 1. Seni rupa murni. Seni rupa murni adalah karya seni rupa yang mengutamakan segi keindahan tanpa memperhatikan fungsi. Contoh lukisan dan patung. 2. Seni rupa terapan Seni rupa terapan adalah karya seni rupa yang mengutamakan fungsi, namun tetap memperhatikan segi keindahan. Contoh batik, ukiran kayu, gerabah, dan lain-lain. Ayo Berlatih Kamu telah mengetahui tentang seni rupa daerah. Untuk lebih memahami tentang karya seni rupa daerah, cobalah untuk mengerjakan latihan berikut. 1. Sebutkan berbagai jenis karya seni rupa daerah di Indonesia yang kamu ketahui. Jawaban patung, lukisan, kaligrafi, topeng, relief, kerajinan keramik, karikatur, ukiran kayu. 2. Sebutkan cirri-ciri umum karya seni rupa daerah. Jawaban a Menonjolkan sifat kedaerahan, bKarya seni yang diciptakan terpengaruh oleh budaya atau sejarah dari daerah tertentu, c Memiliki corak atau motif yang khas dari daerah tertentu, Khas yang dimaksud disini bisa saja motif atau corak yang ditampilkan sesuai dengan kondisi geografis daerah tertentu, d Corak atau motif yang ditampilkan biasanya bersifat tradisional. 3. Sebutkan dua macam seni rupa berdasarkan jenisnya. Jawaban seni rupa murni dan seni rupa terapan 4. Sebutkan 3 contoh seni rupa terapan yang ada di sekitar daerahmu. Baca Juga Kunci Jawaban Contoh Informasi pada Iklan Elektronik Jawaban ukiran kayu, gerabah, dan batik 5. Sebutkan fungsi karya seni rupa daerah. Jawaban Fungsi individual karya seni rupa daerah yaitu sebagai media untuk mengekspresikan jiwa, emosi, dan mencerminkan segala sesuatu baik suka, duka, dan amarah.. Fungsi sosial karya seni rupa daerah yaitu sebagai media pendidikan, media hiburan, media komunikasi, dan media keagamaan. Ayo Berdiskusi Karya seni rupa daerah di Indonesia sangat beragam. Setiap daerah memiliki karya seni yang unik dan khas sehingga berbeda dari daerah lain. Mulai dari batik, tenun/songket, ukir, anyaman, gerabah, hingga lukisan, dan patung semuanya memiliki ciri tradisional daerah asalnya. Beragamnya karya seni rupa daerah menunjukkan kekayaan budaya Indonesia. Coba kamu diskusikan bersama kelompokmu. Apa yang harus kalian lakukan dengan banyaknya ragam seni rupa daerah di Indonesia? Mengapa demikian? Tulislah hasil diskusi dalam kolom berikut. Laporan Hasil Diskusi Yang harus kita lakukan terhadap keragaman seni rupa daerah adalah menghargai seluruh seni rupa daerah yang ada di indonesia. Selain itu, kita juga harus mempelajari beberapa seni rupa daerah yang terlihat mudah dan bisa kita pelajari. Ini bertujuan agar kita dapat membuat sendiri seni rupa tersebut dan menjualnya. Nah Sobat BW, itulah tadi pembahasan tentang seni rupa daerah ada ciri-ciri, fungsi, dan juga jenis seni rupa daerah. Apa saja karya seni rupa yang ada di daerah tempat tinggal mu? Sobat BW harus bias melestarikan dan menjaga karya seni rupa tersebut ya. Semoga bermanfaat.. Karya seni rupa daerah dua dimensi atau tiga dimensi memiliki corak yang disesuaikan dengan latar belakang sejarah daerah tersebut. – Karya seni rupa daerah terdiri atas karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi. Namun, apakah Adjarian apa yang itu karya seni rupa daerah? Karya seni rupa daerah adalah salah satu cabang seni rupa yang memiliki ciri khas berdasarkan latar belakang sejarah suatu daerah. Setiap daerah memiliki ciri khas dan latar belakang sejarah tersendiri. Sehingga menghasilkan karya seni rupa dengan corak yang berbeda. Cora karya seni rupa daerah dipengaruhi oleh corak seni tradisional daerah tersebut. Lalu, apa yang dimaksud dengan karya seni rupa daerah dua dimensi dan tiga dimensi? Yuk, kita simak pembahasan berikut! “Karya seni rupa daerah memiliki ciri khas dan latar belakang sejarah suatu daerah.” Baca Juga Macam-Macam Seni Rupa Daerah di Indonesia, Salah Satunya Seni Kriya Karya Seni Daerah Dua Dimensi dan Tiga Dimensi 1. Karya Seni Dua Dimensi Page 2 Karya seni rupa daerah dua dimensi atau tiga dimensi memiliki corak yang disesuaikan dengan latar belakang sejarah daerah tersebut. Kain batik merupakan salah satu contoh karya seni dua dimensi. pixabay Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki dua sisi, yaitu sisi panjang dan sisi lebar. Selain itu, karya seni rupa dua dimensi tidak memiliki ruang, sebab tidak memiliki ketinggian. Biasanya karya seni rupa dua dimensi berupa karya tekstil, yaitu kain tenun, kain batik, dan kain songket. Ada juga karya seni rupa dua dimensi lainnya, yaitu seni lukis. Karya seni rupa dua dimensi daerah seperti karya tekstil dan seni lukis tersebut dibuat disesuaikan dengan corak dan latar belakang sejarah setiap daerah. Misalnya kain batik setiap daerah memiliki corak yang berbeda. Contoh kain batik motif semen dari Pekalongan dan batik motif sogan dari Solo. “Karya seni dua dimensi memiliki sisi panjang dan sisi lebar.” Baca Juga Ciri-Ciri dan Fungsi yang Dimiliki Karya Seni Rupa Derah, Kelas 5 Tema 9 2. Karya Seni Tiga Dimensi Ukiran kayu adalah salah satu contoh karya seni tiga dimensi. pixabay Karya seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki tiga sisi, yaitu sisi panjang, sisi lebar, dan sisi tinggi. Page 3 Karya seni rupa daerah dua dimensi atau tiga dimensi memiliki corak yang disesuaikan dengan latar belakang sejarah daerah tersebut. pixabay Sehingga seni rupa tiga dimensi memiliki ruang, dikarenakan karya seni tiga dimensi yang memiliki ketebalan. Contoh karya seni rupa tiga dimensi, yaitu ukiran kayu, batu, dan keramik. Patung juga merupakan salah satu contoh karya seni tiga dimensi. Umumnya, karya seni rupa daerah menggunakan motif yang bersifat turun temurun atau selalu sama dengan sebelumnya. Misalnya daerah pesisir pantai menggunakan seni rupa bermotif gelombang ombak, ikan, kapal, dan karang. Sedangkan di daerah pegunungan menggunakan seni rupa bermotif pepohonan, buah, bunga, dan hewan. Contoh karya seni rupa tiga dimensi adalah gerabah dari kosongan Yogyakarta dan ukiran kayu dari Jepara. “Karya seni rupa tiga dimensi memiliki sisi panjang, sisi lebar, dan sisi tinggi.” Baca Juga Jawab Soal Tujuan, Manfaat, serta Fungsi Kritik Karya Seni Rupa Nah Adjarian, itulah pengertian dan contoh karya seni rupa daerah dua dimensi dan tiga dimensi. Sekarang jawab pertanyaan di bawah ini, yuk! Pertanyaan Mengapa karya seni dua dimensi tidak memiliki ruang? Petunjuk Cek halaman 2.
- Gaya seni rupa murni Indonesia memiliki keunikan dan keragaman. Ini tidak lepas dengan kebudayaan dan peradaban manusia yang berada di daerah Indonesia. Karya seni rupa dimasing-masing wilayah di Indonesia memiliki keunikan dan ciri khas yang berbeda-beda. Dikutip dari buku Mari Belajar Seni rupa 2010 karya Tri Edy Margono, karya seni rupa murni memiliki tiga corak yang terbagi menjadi. Berikut gaya atau corak karya seni rupa murni Indonesia Gaya Primitif Gaya karya seni zaman primitif memiliki sifat alami dengan media sederhana, contohnya lukisan yang ditemukan pada dinding gua. Gaya seni primitif juga ditemukan pada seni patung pedalaman, misalnya pada patung-patung tradisional di Papua, Suku Dayak di Kalimantan, serta di juga Perkembangan Seni Rupa Murni Indonesia Gaya Klasik Gaya seni rupa klasik merupakan peninggalan dari periode Hindu, Buddha, dan Islam. Peninggalan zaman Hindu-Buddha, antara lain berupa bangunan candi, seni hias, patung, dan relief. Karya seni rupa yang dihasilkan pada zaman Islam umumnya bercorak dekoratif dan stilasi. Warisan budaya seni rupa Islam berupa arsitektur bangunan masjid, seni hias kaligrafi, seni ukir, seni pahat batu nisan, serta batik dan wayang. Gaya Modern Pada zaman modern gaya atau corak seni rupa banyak berkembang seperti
Seni rupa tradisional adalah seni rupa yang berlandaskan sikap atau cara berpikir dan bertindak yang selalu berpegang teguh pada norma, filsafat, adat kebiasaan yang telah dan masih ada dari masa ke masa karena terus dipertahankan secara turun-temurun. Untuk mengetahui pengertian lebih dalam dari tradisional, maka kita harus mengetahui istilah tradisional itu seniri. Istilah tradisional merupakan turunan dari kata tradisi. Tradisi sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai “adat kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang yang masih dijalankan oleh masyarakat, yang berangkat dari penilaian atau anggapan bahwa cara-cara yang telah ada merupakan yang paling baik dan benar” KBBI, 2005, hlm. 1208. Pengertian tradisi di atas sangat berkenaan dengan seni tradisional. Hal itu karena seni tradisional masih sangat terikat pada berbagai aturan dan pakem yang masih sangat ketat dan absolut berdasarkan adat kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang. Bahkan seni tradisional biasanya masih bersifat spiritual dan relijius. Beberapa prinsip-prinsip karya seni tradisional sering dikaitkan dengan kepercayaan dan legenda sekitar. Meskipun begitu, terkadang kebudayaan setempat juga akan terpengaruhi oleh budaya luar. Terutama budaya luar yang sudah lebih mapan. Namun demikian, seni rupa tradisional tidak akan dapat dilepaskan dari kearifan budaya lokalnya sendiri. Sehingga berbagai daerah biasanya memiliki karya seni rupa tradisional yang unik dan berbeda dari daerah lain. Meskipun terkadang beberapa daerah dan budaya yang berdekatan juga saling mempengaruhi dan terdapat tradisi yang mirip. Pada akhirnya hukum intertekstual kemiripan dan campuran teks antar karya juga turut membentuk watak budaya setempat. Dengan demikian seni tradisional juga erat kaitannya dengan khazanah lokal budayanya. Khazanah loka budaya sangat erat kaitannya dengan local genius. Local Genius Dalam perspektif arkeologi, khazanah tradisi dan budaya lokal kerap diistilahkan sebagai local genius Koentjaraningrat, dalam Ayatrohaedi, 1986, Konsep local genius pertama kali dikemukakan oleh arkeolog quaritch Wales dalam tulisannya berjudul “The Making of Greater India A Study in South-East Asia Culture Change. Menurut Wales dalam Poespowardojo, 1986, hlm. 30 Local genius adalah, “the sum of the cultural characteristic which the vast majority of a people have in common as a result of their experience in early life”. Artinya, local genius adalah keseluruhan ciri-ciri kebudayaan yang dimiliki bersama oleh suatu masyarakat sebagai hasil dari pengalaman mereka di masa lalu. Local genius merupakan manifestasi dari kepribadian masyarakat, tercermin dalam orientasi yang menunjukkan pandangan hidup dan norma lain. Kedudukan local genius sentral, karena merupakan kekuatan yang mampu bertahan terhadap unsur-unsur yang datang dari luar. Local genius juga mampu berkembang untuk masa-masa mendatang. Hilangnya local genius berarti memudarnya juga kepribadian suatu masyrakat. Karena itu penting sekali adanya usaha pemupukan dan pengembangan local genius. Meskipun demikian hubungan suatu masyarakat dengan masyarakat lain bangsa lain akan membuka terjadinya proses akulturasi, yaitu masing-masing masyarakat yang berbeda saling memberi dan menerima pengaruh. Tidak jarang juga proses akulturasi tersebut mendatangkan dominasi kebudayaan asing, yang mengancam hilangnya local genius. Ciri-ciri Seni Rupa Tradisional Setelah menelusuri makna dan definisi dari seni rupa tradisional kita dapat menarik beberapa kesimpulan yang dapat digunakan untuk menentukan ciri-ciri dari seni tradisional. Sehingga kita dapat memastikan apa saja yang termasuk pada seni tradisional. Ciri-ciri tersebut adalah Seni rupa tradisional terbentuk berdasarkan pada lingkungan dan budaya setempat yang menunjangnya Cerminan dari suatu budaya yang disesuaikan dengan berbagai sistem sosial dan budaya yang terbentuk oleh masyarakatnya. Seni tradisional adalah ciri khas dari masyarakat yang menjadi pembeda dari lingkungan budaya lain. Karya seni diciptakan berdasarkan norma, filosofi dan adat kebiasaan yang ada dari masa ke masa dan dipertahankan secara turun-menurun. Seni tradisional bersifat cenderung statis, karena terikat pada aturan dan pakem yang ketat dari norma dan budaya lokal tempat seni tersebut terbentuk. Seni Rupa Tradisional Indonesia Seni Rupa Tradisional Indonesia dipengaruhi oleh Moyang yang berasal dari Sungai Brahmaputra, yaitu sungai yang menembus batas Tiongkok, India dan Bangladesh. Kedatangan moyang Indonesia terjadi melalui dua gelombang 2000 SM Mesolitikum hingga ke 500 SM Zaman Perunggu. Kemudian berdatangan juga bangsa Austronesia yang telah mempunyai kebudayaan tempat tinggal dan bercocok tanam Neolitikum. Tampak jelas bahwa pengaruh moyang Indonesia sangatlah beragam dan kaya. Datang dari pelbagai belahan duni, sehingga akan banyak menciptakan ragam budaya yang berbeda-beda. Pada awalnya seni digunakan sebagai perwujudan ritual magis, bersifat simbolik. Masyarakat Nusantara mulai mengenal pemujaan punden berundak2 sebagai Local Genius bangsa Indonesia. Setelahnya beragam pengaruh lain juga bedatangan. Untuk mengetahui bagaimana proses budaya tersebut berlangsung, kita harus sedikit menggali mengenai sejarah seni rupa Indonesia pada masa prasejarah. Sejarah Seni Rupa Tradisional Indonesia Bagaimana dengan seni rupa tradisional di Indonesia? Perkembangan seni rupa tradisional Indonesia dimulai sejak zaman prasejarah. Zaman prasejarah Indonesia meninggalkan beberapa karya seni rupa yang bersifat tradisional seperti gelang, kalung, tembikar hingga ke lukisan di dinding gua. Lukisan gua tersebut ditemukan di gua leang-leang sulawesi. Lukisan tersebut berupa jiplakan telapak tangan pada dinding gua. Selain itu di gua Sulawesi Selatan terdapat juga lukisan mengenai orang yang berlayar di lautan. Pada zaman logam 500 SM juga terdapat pelbagai peninggalan seni tradisional, seperti genderang perunggu, bejana dan beragam perhiasan yang terbuat dari logam. Selain itu banyak juga ditemukan alat-alat pertanian hingga ke perlengkapan upacara adat. Lukisan prasejarah di Gua Sulawesi Orang sedang berlayar di laut. Gambar diperoleh melalui “Seni Rupa Indonesia dalam Masa Prasejarah”, Soedarso Hindu-Budha juga meninggalkan banyak peninggalan karya seni tradisional. Beragam prasasti banyak ditinggalkan oleh kerajaan-kerajaan pada masa itu. Seperti prasasti ciaruteun Kerajaan Tarumanegara, prasasti kedukan bukit Kerajaan Sriwijaya, prasasti canggal Kerajaan Mataram Kuno. Kerajaan pada masa ini juga meninggalkan banyak Candi yang dibangun untuk tujuan hiasan, kuburan, spiritual semedi, hingga ke tempat pemandian. Setelah masa itu Nusantara memasuki zaman Islam. Seperti zaman Hindu-Budha, zaman Islam juga meninggalkan banyak peninggalan karya seni rupa yang cukup beragam. Seperti seni hias, kaligrafi, wayang, hingga ke kain batik. Zaman Islam juga meninggalkan berbagai arsitektur yang cukup megah seperti Masjid. Beragam kebudayaan seni rupa tradisional di zaman ini masih banyak ditemukan hingga sekarang. Bukan hanya masih ada keberadaannya, namun juga masih dipertahankan budayanya. Sifat-Sifat Umum Seni Rupa Tradisional Indonesia Karya-karya seni tradisional ini umumnya masih dipertahankan di lingkungan masyarakat yang masih memegang kuat norma dan adat istiadat yang diwariskan oleh leluhurnya. Tapi umumnya fungsi dari benda-benda seni tersebut berubah. Semula berfungsi sebagai benda pusaka, kini menjadi benda hias atau cindera mata. Perubahan sistem sosial dan budaya masyarakat telah mempengaruhi fungsi benda-benda tersebut. Berikut adalah sifat-sifat umum seni rupa tradisional Indonesia Bersifat Progresif karena adanya kebudayaan maritim. Kesenian Indonesia sering dipengaruhi budaya luar yang kemudian di padukan dan dikembangkan sehingga memiliki ciri khas bangsa Indonesia. Bersifat Tradisional atau statis. Kebudayaan agraris di nusantara mengarahkan sistem kesenian yang berpegang pada suatu kaidah yang turun temurun. Seperti bagaimana masyarakat agraris umumnya yang akan terus mewariskan pengetahuannya dalam bercocok tanam. Bersifat Beragam Kebinekaan. Indonesia terdiri dari banyak daerah dan pulau dengan keadaan lingkungan dan alam yang berbeda, sehingga menciptakan ungkapan seni yang beraneka ragam juga. Bersifat Kerajinan, karena kekayaan alam Indonesia yang menghasilkan pelbagai bahan alami untuk membuat kerajinan. Bersifat Non Realis karena latar belakang kepercayaan yang murni dan primitif berpengaruh pada ungkapan-ungkapan seni yang bersifat simbolis / perlambangan. Contoh Seni Rupa Tradisional Indonesia Melalui sejarah singkat mengenai sejarah seni rupa tradisional Indonesia, kita dapat mengetahui ragam contoh seni rupa tradisional Indonesia yang masih ada hingga sekarang. Banyak sekali benda-benda kriya yang tersebar dikepulauan Indonesia. Bentuk, bahan dan cara pembuatannya hingga saat ini tidak mengalami perubahan yang signifikan. Berikut ini adalah beberapa contoh sei rupa tradisional Indonesia Kain Batik Kain batik, contoh seni rupa tradisional indonesia, gambar diperoleh melalui Wayang Golek Wayang Golek, contoh seni tradisional Indonesia. foto oleh Kain Songket Kain songket, contoh seni rupa tradisional Indonesia. Keris Keris, contoh seni tradisional Indonesia. Kujang Berbagai Arsitektur Rumah Daerah Berbagai Ukiran pada Mebel dan Rumah Daerah Seni Rupa Tradisional dan Modern Masuknya kolonialisme barat penjajahan bangsa Eropa ke Nusantara dan berkembangnya seni rupa Modern di Eropa memberi pengaruh besar pada Seni rupa tradisional Indonesia. Karya-karya seni rupa Nusantara di luar kategori karya yang menggunakan konsep Modern tentunya otomatis dikategorikan sebagai karya seni tradisional. Namun terkadang pengategorian tersebut dalam pandangan yang sempit seringkali digunakan untuk menunjukkan karya seni rupa yang bermutu tinggi modern dengan karya yang bermutu rendah tradisional. Pengaruh kolonialisme Barat yang lama di Nusantara menyebabkan pandangan semacam itu terus menyelimuti pemikiran masyarakat Indonesia. Masyarakat modern terkadang memandang karya-karya seni tradisional lebih rendah dari karya seni lukis tinggi modern. Hal itu tidak terlepas dari pandangan sebagian masyarakat yang memandang modern identik dengan kemajuan dan perkembangan. Sedangkan yang tradisional identik dengan kuno atau ketinggalan jaman. Sikap dan cara mengapresiasi yang keliru tersebut seringkali menyebabkan karya-karya seni rupa tradisional ditinggalkan. Padahal karya-karya seni rupa tradisional memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan atau menjadi gagasan dalam berkarya. Apresiasi yang tepat dapat menghasilkan inovasi karya-karya seni rupa baru yang memiliki ciri khas Indonesia dan tidak dapat ditemukan lagi di negara lain. Penutup Karya seni rupa tradisional adalah karya yang telah dinikmati dari masa ke masa. Sehingga terdapat beberapa prinsip yang absolut dan tidak dapat diubah jika kita ingin membuat karya tradisional. Banyak pihak yang akan kecewa jika kita tidak akurat dalam iterasi esensi nilai tradisinya. Bahkan jika kita hanya akan mengambil gagasan umumnya saja, misalnya membuat karya seni kontemporer yang meminjam khazanah nilai tradisional. Selami dengan dalam terlebih dahulu nilai murni dari seni tradisional, baru coba gunakan gagasannya. Penggemar serabi tradisional akan kecewa pada serabi yang tidak memiliki bagian gosong. Seperti pizza purist yang juga kecewa pada pizza yang tidak sedikit gosong karena penggunaan oven modern. Namun seni kuliner modern telah menyerap sains dan sistem generasi barunya. Berdasarkan salah satu penelitian kanker, Karbohidrat yang gosong akan memuat lebih banyak karsinogen. Karsinogen tersebut di duga menjadi salah satu penyebab pertumbuhan sel kanker. Persoalan tersebut tidak berhenti disana saja. Penelitian soal penyebab kanker sendiri sebetulnya masih menjadi misteri besar. Belum ada yang benar-benar mengerti dan paham penyebab pastinya. Berbagai penelitian yang ada sekarang belum mampu benar-benar memastikan penyebabnya, termasuk penelitian mengenai karsinogen. Seperti persoalan diatas, tidak jarang juga sejarah yang menjadi salah satu sumber utama pengetahuan dari seni rupa tradisional mencatat informasi yang keliru. Tidak menutup kemungkinan juga informasi dapat direkayasa oleh pihak yang unggul pada masanya. Hingga bidang studi sejarah selalu menggunakan studi komparatif lintas disiplin ilmu untuk memastikan akurasi sumbernya. Referensi Prof Dr. Kusumaadmaja dkk. 1990-1991. Perjalanan Seni Rupa Indonesia, Dari jaman prasejarah hingga kini. Penerbit Pameran KIAS R. Sukmono. 1990. Pengantar Kebudayaan I. Penerbit Kanisius Ayatrohaedi. 1986. Keperibadian Budaya Bangsa Local Genius. Jakarta Pustaka Jaya
bagaimana bentuk karya seni yang bercorak tradisional